RSS

Yellow Flower

18 Aug

Hey..

Aku disini. Aku disini. Ingin kukatakan itu padamu terus menerus. Tak peduli kau nanti bosan mendengarnya. Tak peduli kau merasa terganggu.

Tapi percuma. Tidak mungkin aku mengatakannya seperti dahulu.

Hey, sadarkah kau, berpuluh kali kuletakkan mawar kuning di mejamu? Pernahkah sekalipun kau menyadarinya?

Kau hanya tersenyum ketika aku meletakkan mawar merah untukmu. Hey, lihatlah kelopak-kelopak mawar merah disana! Mulai berguguran satu per satu karena kau lupa menjaganya. Pudar.

Warna kuning nampaknya menjadi khas kita.

Aku telah meletakkan untukmu mawar kuning. Kau tak menggubrisnya.

Aku memberimu sebuket tulip kuning, kau pun meremehkannya. Hey!

Angin bulan Agustus tahun ini dingin. Menyesakkan ulu hatiku yang memang rapuh ini. Hey.. Masihkah kau menghiraukan aku?

Sampai akhirnya anyelir kuning.. aku bahkan tak tahu harus mengatakan apa jika kau mengatakan sesuatu setelah aku memberikanmu ini.

Tidak. Bukan ini yang kuinginkan.

Perih.

Bukan aku yang ingin mengakhiri semua ini, tapi karena kau–dirimu yang dulu tak lagi berjalan bersamaku.

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on August 18, 2011 in Burden, Diary, Drama, Fanfiction

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

 
%d bloggers like this: