RSS

Monthly Archives: July 2011

The Flower We Saw That Day [pt. 1]

Ribuan langkah kaki mulai menyerbu membanjiri peron stasiun di Tokyo jam 5 sore itu. Tumpukan salju masih menimbun di sisi kanan dan kiri rel kereta meski sang Sakura mulai berkuncup pertanda musim semi telah tiba. Di langit sana terdapat semburat jingga sisa-sisa cahaya matahari yang sudah mulai beristirahat di peraduannya.

Berebutan keluar dari pintu kereta, seorang gadis muda berambut biru pucat keperakan nampak tertawa riang berusaha berlari mendahului temannya yang masih berada di dalam kereta. Ia kembali mulai berlari setelah dilihatnya temannya itu mulai mengejarnya dari belakang. Di tangannya tertenteng sebuah tas koper yang lumayan besar. Memasang tampang khawatir, mulailah ia meneriaki teman di depannya untuk lebih berhati-hati–oh maaf. Dia memang khawatir.

“Menma! Lihat jalan di depanmu!”

Menma, nama si gadis muda berambut indah itu, mendadak menghentikan langkah begitu menyadari ia hendak menabrak seseorang didepannya. Perlahan ia berbalik, menoleh ke belakang–ke arah panggilan tersebut berasal. Ia nyengir lebar melihat temannya nampak terengah-engah berusaha menyamai langkahnya. Dilambaikannya kedua langannya dengan riang, seolah tidak mendengar intonasi khawatir yang dikeluarkan keras-keras dari pita suara temannya itu.

Lagi, ia tersenyum lebar.

“Ehe~ Jintan, cepatlah! Ayolah!”, serunya sambil kembali melambaikan kedua tangannya.

Jintan, temannya, segera mencapai titik dimana Menma berdiri menunggunya. Menghela nafas panjang, ia mulai tersenyum kecil melihat tingkah riang-gembira Menma. Lampu-lampu penerangan mulai menyala di stasiun itu–ah, nampaknya di luar pun mulai marak dengan lampu yang bergemerlapan di sisi jalan, bangunan, dan… tempat itu.

Perlahan ia menggandeng tangan Menma meninggalkan stasiun. Diusapnya kepala perak kekasihnya itu.

“Menma…”, bisiknya lirih

—-

Tsuzuku~

Advertisements
 
Leave a comment

Posted by on July 7, 2011 in Fanfiction